Play Therapy adalah intervensi psikologi berupa konseling berbasis main yang efektif untuk berbagai masalah emosional, perilaku, perkembangan, sosial atau psikologis anak-anak berusia 4-16 tahun.

Anak-anak dapat dirujuk ke terapis bermain karena permasalahan berikut (tidak terbatas pada list ini):

  • Kesulitan sosial
  • Kecemasan akan perpisahan
  • Perilaku marah, menentang, dan bertingkah
  • Trauma
  • Perceraian dan perpecahan keluarga
  • Korban atau pelaku bullying
  • Pelecehan fisik dan seksual
  • Tantangan hubungan orang tua dan anak
  • Kesulitan tidur dan makan
  • Self esteem dan kepercayaan diri rendah
  • Duka dan kehilangan
  • Depresi
  • Penyakit kronis/rawat inap/operasi
  • Gejala fisik tanpa sebab medis apa pun
  • Masalah attachment
  • Selective mutism, dll

Di dalam ‘ruang yang aman’ anak didampingi untuk menemukan cara yang lebih sehat untuk mengomunikasikan kebutuhan dan perasaannya, mengembangkan rasa aman dan self esteem yang lebih baik, sekaligus meningkatkan emotional intelligence dan resilience.

Mengapa terapi melalui bermain?

Secara natural, bermain adalah ‘bahasa’ anak-anak. Seringkali anak tidak punya kosa kata untuk ‘curhat’, namun mereka cenderung akan mengekspresikannya saat bermain. Proses dan pendekatan terapeutik membuat anak merasa diterima dan dipahami, lalu anak akan merasakan adanya ‘kendali’ yang mereka miliki atas pengalaman negatif. Seiring waktu, anak mampu mengembangkan cara mengatasinya lalu mentransfer keterampilan yang baru dikembangkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi terapi bermain pada dasarnya non-directive, berfokus pada hubungan, dan child-lead. Jangka waktu play therapy unik sesuai dengan kapasitas,  kesiapan, pertumbuhan, kebutuhan anak, dan permasalahan yang ada.

Proses anak hingga berubah, bertumbuh dan pada akhirnya merasa sehat adalah proses bertahap namun manfaatnya bertahan untuk jangka panjang.

“Play is the child’s natural medium of self-expression.” – Virgina M. Axline


 

Ada apa di ruang special time?

Ruang play therapy ditata dan diperlengkapi dengan standard fasilitas Play Therapy International. Terapis bermain dilatih secara khusus untuk menciptakan lingkungan yang penuh penerimaan, dan penuh empati. Terapis bermain berinteraksi dengan cara yang konsisten dan dapat diprediksi, jadi hubungan saling percaya dan positif dapat berkembang antara terapis dan anak. Ketika hal ini terjadi, anak mulai mengekspresikan perasaan dan pikirannya menggunakan mainan dan alat-bahan yang ada di ruang bermain.

Terapis akan memberikan perhatian penuh, memberikan refleksi bagaimana reaksi atau respon anak mengenai permainannya, serta emosi-emosi yang sebetulnya mendasari tindakan mereka. Sesi terapi bermain ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran dan pemahaman anak seputar pengalaman, pikiran, dan perasaan pribadinya. Seiring waktu, anak menemukan cara mengatasi emosi negatif, dan mentransfer keterampilan yang baru dikembangkan ke dalam kehidupan sehari-hari.


Tahapan Play Therapy

tahapan play therapy

Silahkan lakukan assesment untuk menentukan terapis yang disarankan

Catatan:

Di Outgrow semua trained therapist telah diperlengkapi dengan skill therapeutic play, bekerja dibawah clinical supervisor & tersertifikasi secara international. Sertifikasi play therapy diberikan oleh APAC (Academy of Child and Play Psychotherapy) yang telah berjalan sejak 1988, berpusat di UK. Kini Play Therapy aktif di lebih dari 40 negara, saat ini 200+ registered play therapists ada di Indonesia melayani di klinik, sekolah, private practice, dll.


Outgrow bekerjasama dengan Tiga Generasi Psychology Center untuk layanan psikolog anak dan keluarga, Anda dapat daftar melalui Outgrow untuk melakukan screening atau konsultasi, bertempat di lokasi yang sama.